Waktu yang Tepat
Ketika segelintir manusia terombang-ambing hembusan sejuknya udara yang sedang berbahagia
Menikmati indahnya pelukan angin yang sedang sayang-sayangnya
Beberapa anak bermain menunggu saat yang tepat
Mungkin ba'da asar?
Tanah kosong yang belum sempat digarap. Menunggu waktu tepat, meski tahu diri dikemudian hari akan penat
Hasil panen yang tak seirama usaha nan tenaga
Namun sebagai makhluk sosial yang apa adanya
Mereka sabar menghadapi cobaan dan rintangannya
Asalkan satu.
Tanah tetap utuh: gagah
Tak jadi bangunan tinggi menjulang seperti di kota-kota megah
Tak jadi wadah penampung sampah
Puisi ini dilatarbelakangi oleh kiriman sebuah foto dari teman lain kampus saya. Sebelumnya kami pernah bertemu sekali secara sengaja dalam sebuah acara studi banding himpunan kampus kami. Ketika melihat foto tersebut, hanya kalimat puisi "Waktu yang Tepat" ini yang dapat saya utarakan. I hope you will enjoy..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar