Saat Bumi
Pertiwi Bersuara
(Vi Bauty Riska Utami)
Kini, Khatulistiwa diamuk massa
Kekeringan jadi tersangkanya
Bukan hanya kekeringan air yang hakikatnya menghidupi bangsa
Namun juga kekeringan harta benda
Kini penguasa rakyat memberi arak-arak penuh mewah nan indah
Beri milyaran janji penuh ilusi,
tuk dapatkan milyaran hati hingga masyarakat merugi
Beri jutaan mimpi penuh ambisi,
yang berujung sandiwara lagi dan lagi
Beri jutaan hajat,
mengaku dirinya merakyat,
namun ternyata, sekadar delusi yang jadi adat istiadat
Kini wakil rakyat gemar memberontak
Sedang rakyat hobi bersedekah hingga tubuh rasa luluh lantak
Membuat mahasiswa Sabang-Merauke tersentak
Menelan sumpah, sampah, serakah yang kian menggertak
Saatnya mahasiswa turun aksi memberi apresiasi
Sebagai bentuk kecaman negara demokrasi yang kian merugi
Kekeringan jadi tersangkanya
Bukan hanya kekeringan air yang hakikatnya menghidupi bangsa
Namun juga kekeringan harta benda
Kini penguasa rakyat memberi arak-arak penuh mewah nan indah
Beri milyaran janji penuh ilusi,
tuk dapatkan milyaran hati hingga masyarakat merugi
Beri jutaan mimpi penuh ambisi,
yang berujung sandiwara lagi dan lagi
Beri jutaan hajat,
mengaku dirinya merakyat,
namun ternyata, sekadar delusi yang jadi adat istiadat
Kini wakil rakyat gemar memberontak
Sedang rakyat hobi bersedekah hingga tubuh rasa luluh lantak
Membuat mahasiswa Sabang-Merauke tersentak
Menelan sumpah, sampah, serakah yang kian menggertak
Saatnya mahasiswa turun aksi memberi apresiasi
Sebagai bentuk kecaman negara demokrasi yang kian merugi
Di atas muslihat aparat rakyat yang mengaku hebat
Meski darurat, berani memperalat dan menghambat
Mahasiswa berseru bersatu tanpa mandat
Alih-alih ditunggangi kepentingan rakyat
(Purwokerto, 27 September 2019)
Puisi berjudul "Saat Bumi Pertiwi Bersuara" ini, ditampilkan dan dibacakan oleh Dimas Fasqi Fahrezi saat Parade Yel-Yel Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE) saat hari ke-3 Protel 4.0 di Purwokerto hari Sabtu, 28 September 2019. Saat itu, keadaan Pemerintah Indonesia sedang diamuk massa terutama aksi mahasiswa yang turun ke jalan dari seluruh kampus penjuru Indonesia untuk mendapatkan hak terkait RUU KUHP. Berdasarkan latar belakang tersebut, jadilah selembar puisi ini yang awalmya adalah keinginan/custom dari sahabat satu organisasi saya, yaitu Dimas. Puisi ini juga telah dipublikasikan di website resmi milik Komunitas Pers IT Telkom Purwokerto. Link: https://www.komperss.com/saat-bumi-pertiwi-bersuara/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar