Mungkin
Mungkinkah judul-judul yang telah dirangkai bagai bunga buket pernikahan selanjutnya diabaikan?
Mungkinkah semuanya dihilangkan dianggap sebagai pertanda telah usai?
Mungkinkah diri telah kehilangan kekukuhan hati yang selama ini didambakan?
Mungkinkah sebegini jadinya terabaikan?
Mungkinkah hanya sekadar berpikir atau sekadar menjalani ala kadar?
Mungkinkah ini bagian tanda yang seharusnya terjadi meski tak diinginkan?
Mungkinkah sejuta ragu telah menyelimuti tubuh yang dahulu kekar, mantap tuk memulai?
Mungkinkah tubuh telah diselimuti dosa-dosa yang tak mengizinkan membunuh ragu?
Mungkinkah tubuh tak diberi jalan atau minta kau singkirkan?
Atau mungkin, semesta mulai ragu kemudian memberi salam perpisahan?
Sebegitu mungkinkah seluruh ragu raga jiwa di lensa matamu?
Sebegitu menjinjikan dan burukkah sebuah nyawa di lensa matamu?
Kamis, 14 November 2019
Sabtu, 02 November 2019
CINTA
BISU
Bagiku, merdeka sesederhana itu
Saat kupandang lekat dirimu
Penuh pesona, mengundang rindu
Bak artis tertampan untukku
Jadi stalker handal untukmu
Tanpa seorangpun tahu
Ya, benar. Tak perlu kau tahu, duhai
cinta!
Bahwa aku selalu selalu kasmaran
Dengan melankolismu yang menawan
Dengan gelak, tawa serta kegilaan
Mengundang kesejukan dan keteduhan
Bahagia atas kemerdekaan
Sekali-kali kubisukan,
Perasaan dan segala kerinduan
Di setiap waktu berjalan
Untukmu, penuh rupawan
Tak apa, duhai cinta!
Demimu, akan kurahasiakan
Karena kutahu satu kepastian,
Kau belum ada yang memiliki
Dan tak ada niatan
Tuk jalin hubungan dini
Itulah alasan,
Aku tetap bahagia
Meski dalam kebisuan cinta
Jadi manusia merdeka
(Purbalingga, 8 Agustus 2019)
Puisi ini saya ciptakan untuk para manusia yang kasmaran, sedang memuji seseorang dalam diam, lalu hanya bisa memendam perasaan. Karena baginya, jodoh pasti akan datang. Ia hanya perlu merahasiakan apa yang ia rasakan, meski seringkali wajahnya yang menawan datang di setiap jalan. Mungkin ini hanya perasaan titipan yang diberikan Tuhan, bukan untuk disalahgunakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Tentang Luka dan Desember (Vi Bauty Riska Utami) Belum terasa bagiku bahwa pergantian tahun akan membahagiakan Nyatanya pikiran penuh li...