Sabtu, 02 November 2019


CINTA BISU

Bagiku, merdeka sesederhana itu
Saat kupandang lekat dirimu
Penuh pesona, mengundang rindu
Bak artis tertampan untukku
Jadi stalker handal untukmu
Tanpa seorangpun tahu

Ya, benar. Tak perlu kau tahu, duhai cinta!
Bahwa aku selalu selalu kasmaran
Dengan melankolismu yang menawan
Dengan gelak, tawa serta kegilaan
Mengundang kesejukan dan keteduhan
Bahagia atas kemerdekaan

Sekali-kali kubisukan,
Perasaan dan segala kerinduan
Di setiap waktu berjalan
Untukmu, penuh rupawan

Tak apa, duhai cinta!
Demimu, akan kurahasiakan
Karena kutahu satu kepastian,
Kau belum ada yang memiliki
Dan tak ada niatan
Tuk jalin hubungan dini

Itulah alasan,
Aku tetap bahagia
Meski dalam kebisuan cinta
Jadi manusia merdeka

(Purbalingga, 8 Agustus 2019)


Puisi ini saya ciptakan untuk para manusia yang kasmaran, sedang memuji seseorang dalam diam, lalu hanya bisa memendam perasaan. Karena baginya, jodoh pasti akan datang. Ia hanya perlu merahasiakan apa yang ia rasakan, meski seringkali wajahnya yang menawan datang di setiap jalan. Mungkin ini hanya perasaan titipan yang diberikan Tuhan, bukan untuk disalahgunakan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Luka dan Desember (Vi Bauty Riska Utami) Belum terasa bagiku bahwa pergantian tahun akan membahagiakan Nyatanya pikiran penuh li...